"Aduh neng ema nya salah aja yah bacanya ?". Kata ibu yang menyebut dirinya ema itu sambil tersenyum malu-malu. Seperti ada rasa bersalah ketika beberapa bacaan Qurannya harus aku betulkan. Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya itu, yang entah sudah berapa kali ia ulang.
"Ngga apa-apa ma...kan lagi belajar", ucapku mencoba memotivasi.
"Iya, yah ngga apa-apa ya neng yah...yang pentingkan mau belajar yah?", timbalnya.
Anggukan kepala dan seulas senyum kembali ku berikan padanya. Semoga ini bisa meyakinkannya untuk terus mau belajar dan mempelajari AlQuran. Melihatnya, seperti melihat sosok nenekku yang sudah 2 tahun meninggal dunia. Panggilannya pun sama...ema.
"Ayo, ma kita lanjutin! Sedikit-sedikit aja bacanya. Kalau ngga kuat ngga usah dipaksain harus panjang-panjang. Satu ayat bisa dipenggal-penggal menjadi beberapa kali baca kok !", ucapku melanjutkan.
Ema pun kemudian melanjutkan bacaannya. Aku pun kembali dengan seksama menyimaknya. Suaranya memang agak terdengar sedikit serak, tapi cukup merdu. Tajwidnya pun lumayan sudah baik. Hanya saja, keawasan penglihatannya yang memang sudah berkurang, terkadang membuatnya harus mendekatkan matanya ke mushaf sehingga membuyarkan konsentrasinya waktu membaca. Namun, itu semua tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Melihatnya begitu bersemangat, aku pun jadi terpacu !!. Ego ku bilang, "masa aku kalah sama yang udah tua...aku kan masih muda !!!".
*
Tak terasa, satu 'ain telah terlewati. Berhubung sesi ngaji Qurannya sudah selesai dan akan berganti dengan sesi belajar tajwid, terpaksa...kami pun akhirnya harus mengakhirinya.
Seluruh peserta pengajian mulai bergeser ke barisan depan. Tapi, si ema...masih duduk dengan posisi yang masih sama ketika kami mengaji. Tadinya aku juga mau ikut beranjak kebarisan depan...tapi, belum sempat bangkit, si ema malah ngajak aku ngobrol.
Singkat cerita, ia bercerita tentang kehidupannya. Kehidupannya mulai dari awal ia menginjakan kakinya ditempat ini. Tempat dimana hak kebebesan seseorang 'ditangguhkan' untuk sementara waktu.
Sementara waktu ??? Kata yang (mungkin) terdengar ringan, tapi (mungkin juga) akan jauh lebih terasa berat. Apalagi ketika malam-malam pertama terkurung disebuah kamar yang berdindingkan teralis besi...Berat, berat sekali rasanya. Jangankan ikhlas, menyadari kalau kita sekarang berada di tempat yang berbeda dari keseharian saja sudah membuatnya STRESS...!!!. Kata si ema sambil sesekali mengusap sudut matanya yang nampak berair.
Ku lihat ia menarik nafasnya dalam-dalam, sebelum akhirnya ia mulai melanjutkan kembali ceritanya. Kini ia bercerita mengenai keluarganya. Ia memiliki seorang suami yang menurutnya sekarang sedang sakit stroke. Ia juga memiliki tiga orang anak, yang dua tinggal di kalimantan dan yang satu ditangerang.
Menurutnya, kehidupan ekonomi keluarganya yang sempit membuatnya sempat berfikir untuk bunuh diri. Waktu itu, ia berfikir...mati adalah solusi terbaik. Dengan kematian, ia akan terbebas dari (kewajiban) memikirkan hal-hal yang membuat kepalanya pusing.
"Ah, neng...pokoknya dulu kelakuan ema ngga karu-karuan. Ngerokok aja sehari bisa sampe 4 bungkus !!!. Jangankan sholat, inget aja ngga...tapi sekarang, ema pengen tobat !!! Ema nyesel, dulu ngga pernah mau belajar baca Quran...eh, sekarang pas mata aja udah ngga jelas, kuping aja udah kurang denger, baru aja ada keinginan..telat ya neng?", ujarnya dengan nada penuh sesal.
"Ngga lah ma...ngga ada kata telat kalau buat belajar.", jawabku.
Sebenarnya dari awal aku ngobrol sama si ema, ada satu pertanyaan yang terus melayang-layang dibenaku. Ingin rasanya aku menanyakannya. Tapi, agak ngga enak...takut tersinggung. Beberapa kali aku tahan untuk tidak bertanya satu hal ini, cuma...emang karena udah penasaran akhirnya aku beranikan diri untuk bertanya. Aku bertanya kenapa ia sampai ada di tempat ini.
Mendengar pertanyaanku itu, si ema cuma tersenyum. Tergambar jelas keberatan diwajahnya. Haduh, jadi merasa bersalah deh...Belum sempat ia menjawab, aku langsung segera minta maaf.
"Ma, ngga usah dijawab...maaf nanya itu",ucapku menyesal.
"Ngga apa-apa neng...cuma ema kalau ada yang nanya gitu, suka bingung jawabnya. Udah ngga pingin inget. Yang sekarang ema pikirin, cuma gimana caranya supaya ema bisa tobat...itu aja."
"Emang ema udah berapa lama disini?", tanyaku lagi.
"Baru beberapa bulan. Ema kan belum sidang, neng! Tapi, ah, ema udah ngga peduli..mau dihukum berapa lama juga ema udah ikhlas...suami ema di rumah kan juga ada yang ngurus anaknya. Ema disini mau ibadah aja...malah pernah nih ya neng, waktu pertama masuk sini kan kuping ema masih normal, terus dikamar orang-orang pada ngegosip aja. Ema sebenernya ngga mau denger, tapi kedengeran. Tapi yah ema terusin aja dzikirnya, sambil dalam hati minta ke Allah...supaya ema ngga dibuat bisa denger gosip. Eh, Alhamdulillah...sekarang kuping ema jadi kurang denger! jadi, kalau orang-orang pada ngegosip, sekarang ema bisa tenang aja dzikirnya, soalnya kan ngga kedengeran apa-apa." Ujarnya sambil sesekali tertawa menceritakan pengalamannya.
Subhanallah...mendengar ceritanya bener-bener buat aku bengong. Ada yah orang yang malah minta diambil nikmat pendengarannya hanya karena ingin terhindar dari perkara maksiat. Hmm...bukan perkara mudah !!!*khususnya buat aku.
**
Alhamdulillahirabbil'alamiin. Satu lagi, pelajaran dari-Mu ya Allah....Semoga ini bisa membuatku semakin ingin mendekat pada-Mu. Seperti keinginan ema yang juga ingin lebih dekat lagi dengan-Mu. Terima kasih juga buat ema (yang ngga ku ketahui namanya) yang sudah mau berbagi pengalaman denganku, semoga Allah membimbingmu...
"...Rabbana milladunka Rahmatawwahayyi'lana Min Amrina Rasyada" (Al-Kahfi :10)
...Ya Rabb, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk jalan yang lurus dalam urusan kami.
Amiin Yaa Rabbal'alamiin
***
Ya Rabb...mungkin inilah bukti dimana cinta-Mu telah menyapa.
Tiada keindahan yang bisa melebihi indahnya kebersamaan bersama-Mu.
Tiada ketentraman yang bisa melebihi tentramnya disisi-Mu
Tiada kenyamanan yang bisa melebihi nyamannya berada di dekat-Mu
Dan Tiada kebahagiaan yang bisa melebihi bahagianya mendapat kasih-Mu
YaAllah...kuatkan iman kami yang masih lemah ini
Luruskan niat kami semata-mata hanya karna-Mu
Bulatkan tekad kami semata-mata hanya untuk-Mu
Tiada daya dan upaya, kecuali hanya karna Kekuatan dari-Mu
-20 Mei 2012-