Monday, April 30, 2012

Ajari Aku Mencintai-Mu

Picture by : Google
Sosoknya sederhana. Tidak ada sedikitpun kesan mewah dari penampilannya. Tapi dibalik kesederhanaannya itu, ada kebersahajaan yang tersirat di wajahnya. Tenang...pokoknya ngademin !! Cara ia bicara simple, tapi penuh makna dan benar-benar terasa bertenaga. 

Sebentar berkomunikasi dengannya, sekilas dapat aku simpulkan, pemahaman agama islamnya cukup luas. Awalnya aku berfikir, kalau gadis berkerudung biru muda itu lulusan pesantren yang sudah bertahun-tahun. Tapi, aku justru dibuat terkaget-kaget, setelah ku tahu ternyata, panggil saja ia Sharah, si gadis berkerudung biru muda itu adalah seorang mualaf. Sharah baru memeluk islam sekitar 1,5 tahun yang lalu. 

Secara bilangan tahun, mungkin sharah masih terbilang baru dengan islam...tapi melihat pemahamannya akan islam dan bagaimana ia mencoba menerapkan ajaran itu dalam kesehariannya, membuatku merasa salut sekaligus iri...Iri karena melihat dia yang bisa anteng dengan ibadah-ibadahnya. 

Ada perasaan malu terbersit di hati ini...malu karena aku yang merasa sudah menjadi muslimah sejak lahir tapi malah rasanya masih belum aja bisa total. Masih anyang-anyangan... :(

**

Mendengarkan kisahnya dari awal sampai ia menemukan cahaya dan akhirnya memutuskan untuk memeluk keyakinan ini, membuatku merinding. 

Penentangan dari orang tua, keluarga besar bahkan teman-teman dekatnya, tak ayal membuatnya tetap berusaha teguh akan keyakinannya ini. Ada perasaan sedih karena dijauhi orang-orang yang sangat ia cintai...Tapi semua itu ia jalani dengan terus berusaha ikhlas dan lebih menganggapnya sebagai ujian dari Allah swt.

Ada satu kalimat yang tak bisa aku lupakan darinya, "Aku memang merasa sedih harus jauh bahkan dijauhi oleh orang-orang yang aku cintai...tapi aku akan jauh merasa lebih sedih jika aku harus jauh lagi dari Allah swt..".

Deg...jantungku terasa langsung berhenti. Segitu cintanya ia dengan apa yang ia yakini sekarang. Subhanallah !!!

Ya Allah...segitu indahnya ketika Kau telah menghujamkan rasa cinta dihati...Cinta tulus pada-Mu
Hmm...satu lagi pelajaran yang Kau sampaikan padaku melalui hamba-Mu yang lain. Semoga akupun bisa mencintai-Mu dengan tulus, semata-mata hanya meraih Ridho-Mu.

Dengan segala kebodohan dan ketidakmengertianku tentang cinta...
Maka tolonglah aku yang Rabb...
Ajari aku bagaimana cara mencintai-Mu.. 

*Penghujung 2011

Monday, April 16, 2012

Berkunjung ke 'Pesantren Jiwa'

Tidak seperti hari biasanya, jam 04.00 subuh aku sudah mandi, malah udah siap berangkat! Sambil nunggu adzan subuh, aku cek kembali semua perlengkapan yang akan ku bawa. Mukena, al-quran, handbody dan lipbalm. Ngga ketinggalan dompet dan hp juga sudah masuk ke dalam tas. Jam 05.30 aku sudah keluar kosan. Pintu gerbang masih digembok, tapi bukan masalah...aku kan punya kunci sendiri :-)

Jalanan masih sepi. Lumayan masih bisa menghirup udara Jakarta yang 'agak seger dikit'. Dari jiung, aku naik mikrolet 53 sampai galur. Dari situ, aku nyambung naik busway jurusan kalideres. Entah karena masih pagi atau karena hari sabtu, tapi yang jelas jalanan lancar!!! Udah lancar, dapat duduk pula...gimana ngga seneng coba, jadi bisa lanjutin tidur :-D. 

Janjian jam 08.00 dilokasi. Ternyata jam 07.00 aku sudah sampai di perempatan modernland, tangerang. Celingak celinguk sambil nyari-nyari alamat tempat yang dimaksud. Kayanya sih kelewatan nih !, pikirku. dan memang bener, ternyata alamat yang ku cari memang agak kelewat. Untung aja ngga terlalu jauh.

Ini kali pertama aku menginjakan kaki di daerah tangerang. Bermodal info dari seorang temen kantor, ahirnya aku bisa nyampe juga ke tempat ini, meskipun belum tahu pasti alamat jelasnya. Tapi sejauh ini, cukuplah!

Hari ini aku janjian sama temen (dari Rumah Quran Daruuttarbiyah, Depok) untuk membantu mengajar (mungkin lebih tepatnya sharing dan sama-sama belajar) baca quran di lapas wanita (baca : pesantren kehidupan), tangerang. Ahaa, satu lagi pengalaman berharga sekaligus pelajaran baru dari Allah buatku akan segera dimulai...

~

Ingat sekaligus tertarik oleh sebuah hadist riwayat Imam Bukhari, yang berbunyi Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya". Ibarat gayung bersambut, niatku untuk MLM kan ilmu pun dikabul sama Allah...Terima kasih ya Rabb buat kesempatannya :-)

**

Sesampainya di sebuah taman, tepatnya di halaman depan...ku lihat ada 5 orang perempuan berpakaian seragam berwarna biru dongker yang sedang menyapu. Selain itu, aku lihat juga 3 orang perempuan lainnya dengan pakaian batik rapi berdiri sambil mengamati kelima perempuan tadi.

Kulihat jarum jam, baru nunjukin jam delapan kurang. Temen-temen juga belum pada datang. Untung ada kursi kosong, jadi bisa nunggu sambil baca-baca buku. Selain kedelapan perempuan tadi, disana juga ada beberapa orang yang lagi sarapan. Ya, ada beberapa pedang makanan disitu. Ada tukang lontong kari, tukang bubur, sampai tukang laksa. Haaa...andai aja aku belum sarapan, aku pengen nyobain laksanya, tapi perut dah kenyang!!!. Kapan-kapan aja deh.. :-(

~

Sekitar jam 09.15...hp ku bergetar. Ada sms masuk. Ternyata teman-temanku sudah menunggu di depan gerbang utama pesantren kehidupan. Pertemuan pertama...dengan teman baru, tempat baru dan petualangan baru tentunya...menyenangkan!!! Semua karna Allah, Dia yang mengatur semua ini...

Sebelum masuk, tangan kami di stempel (kaya mau masuk dufan..he) dan di beri nametag bertuliskan 'TAMU'. Ada beberapa pintu yang harus kami lewati sebelum menuju ke ruang pengajian. Masuk ke bagian dalam, terlihat halaman yang hijau, bersih pula. Ada beberapa gazebo di tengah tamannya.

Hampir semua 'santri' terlihat disibukan dengan berbagai aktifitas. Mulai dari yang latihan baris berbaris, masak, bikin kerajinan tangan dan tidak ketinggalan jadwal pengajian. Untuk pengajian baca quran di mulai dari jam 08.00 sampai dengan jam 11.00. Setelah itu, dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah agama dari seorang ustadz.

~

"Assalamu'alaikuum...", ucap ku dan teman-teman ketika memasuki sebuah ruangan yang terbilang luas itu.
"Wa'alaikumsalam...", serempak ibu-ibu yang ada dalam ruangan itu pun menjawab sapaan salam kami, lengkap dengan senyum ramahnya.

Ada sekitar enam orang ibu-ibu di ruangan itu. Mereka rupanya sedang belajar mengaji. Posisi mereka saling berhadapan di sebuah meja panjang membentuk huruf L. Yang satu membaca quran dan yang satunya lagi mendengarkan sambil sesekali membenarkan bacaan temannya yang sedang mengaji.

Tidak begitu lama, kami pun saling membaur. Lama kelamaan ibu-ibu itu pun semakin bertambah. Ruangan yang tadinya kosong, kini mulai terasa sedikit 'ramai' dengan obrolan khas ibu-ibu.

Satu persatu ibu itu pun menghampiri kami yang juga duduk 'ngedimprek' di lantai, menunggu mereka yang sudah siap untuk menyetorkan bacaan Qurannya. Perlahan suara 'ramai' tadi pun berubah menjadi suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran. Meskipun tidak seragam 'alunan'nya, tapi sudah cukup membuat ruangan ini terasa lebih tentram.

Ada beberapa ibu yang masih terbata-bata ketika membacanya, tapi banyak juga yang sudah lancar...tinggal penerapan tajwidnya saja dan ditambah sering latihan. Tapi, satu yang membuatku salut, semangat mereka untuk belajar...2 tumbs up for them!!! Melihat mereka seperti itu, aku pun semakin bersemangat untuk terus belajar dan mengamalkannya...Ya Allah, indahnya bisa berbagi !!!

Dibalik kekagumanku, terlintas sebersit pertanyaan, "kok bisa yah mereka disini?". Sepanjang pengamatanku dan selama berinteraksi dengan mereka, aku tidak merasa ada kesan yang 'berbeda' dari mereka. Wajah-wajah mereka terkesan teduh, cara bicaranya pun cukup wajar...Ada niatan untuk bertanya, tapi aku urungkan. Sudahlah...biar itu menjadi rahasia mereka. Kalaupun nantinya mereka bercerita tentang masa lalunya, itu karena keinginannya sendiri. Yang terpenting, mereka yang sekarang bisa lebih baik dari mereka yang dulu...Mungkin keberadaan mereka disini menjadi salah satu cara Allah untuk mengembalikan mereka untuk kembali ke jalan-Nya. Amin.

~

Ummi, begitu aku memanggilnya. Ia seorang ibu berusia sekitar 50 tahunan. Ummi adalah peserta terakhir   pengajian kali ini. Tepatnya, yang belajar bareng aku. Sambil menunggu peserta lain yang masih mengaji, kami larut dalam sebuah perbincangan. Ia banyak bercerita tentang keluarga dan pengalamannya selama di 'pesantren'.

Menurutnya, kehidupan diluar memang jauh lebih enak ketimbang harus berada disini. Disini, kita benar-benar dididik untuk belajar ekstra sabar...lebih tepatnya, dilatih untuk mengendalikan nafsu amarah. Apalagi ketika ada masalah dengan teman satu kamar. Menghindar? itu jelas tidak mungkin...semungkin mungkinnya, hanya beberapa jam selama kegiatan di siang hari.

Bagi ummi sekarang (dan semoga seterusnya), Allah lah satu-satunya tempat ia mengadu, berkeluh kesah sekaligus meminta kekuatan. Terkadang, ia merasa tidak kuat mendengar omongan orang. Hatinya panas...sekali lagi, ia masih beruntung ada Allah yang mendinginkannya...Oya, kata ummi, insyaallah tahun ini dia bisa keluar. Mudah-mudahan dilancarkan jalannya dan diberi kehidupan yang lebih baik...Amin.

Semoga pesantren ini bisa membawa dampak positif untuk siapapun yang terpaksa harus 'nyantri' disini. Hmm...akan selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian dan semoga kejadian ini membuat kita semakin dekat pada-Nya...semakin kuat lagi pada tali agama-Nya...

"Allahumma yaa muqollibalquluub tsabitqolbi 'aladiinik...Ya Allah yang membolak balokkan hati, tetapkanlah hati kami pada agama-Mu"

***

Ya Allah...
Ada saja cara-Mu menyayangi kami
Ada saja cara-Mu menarik kami yang telah jauh dari-Mu untuk kembali
Ada saja cara-Mu mengajari kami tentang sebuah arti

Ya Allah...
Terima kasih untuk cinta kasih-Mu
Terima kasih untuk segala perhatian tulus-Mu
Terima kasih untuk semuanya

Ya Allah...
Beri kami waktu untuk lebih mengenal-Mu
Beri kami petunjuk untuk menelusuri jalan-Mu
Beri kami kesempatan untuk berada didekat-Mu

Ya Allah...
Menggapai cinta-Mu, itu harapan kami
Meraih Ridho-Mu, itu keinginan kami
Mendapat tempat disisi-Mu, itu kehormatan bagi kami

~

Dari mereka aku belajar banyak hal. Mulai dari pengendalian amarah, kesabaran, keikhlasan, hingga rasa bersyukur...terima kasih Ya Rabb, untuk pelajaran hari ini :-)

* 14 April 2012